Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menjadi tuan rumah pengukuhan Raja Muda Perlis, Tuanku Syed Faizuddin Putra ibni Syed Sirajuddin Jamalullail, sebagai Canselor Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) untuk masa jabatan 2026–2031.
Prosesi pengukuhan tersebut berlangsung pada Senin, 14 September 2026. Bagi UMSU, momentum ini menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan akademik dan internasionalisasi Muhammadiyah di tingkat global.
Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd., menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan UMSU menjadi tempat berlangsungnya agenda bersejarah tersebut. Menurutnya, pengukuhan Canselor UMAM tidak hanya memiliki nilai seremonial, tetapi juga menjadi langkah strategis bagi perkembangan UMAM sebagai perguruan tinggi berorientasi global.
“Pemasyhuran Tuanku menjadi kebahagiaan tersendiri bagi UMSU. Kami yakin UMAM akan semakin kuat menjadi perguruan tinggi kelas dunia yang unggul dan bergerak menuju universitas global,” ujar Prof. Akrim.
UMSU Paparkan Progres Kampus Terpadu
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Akrim juga menyampaikan perkembangan pembangunan Kampus Terpadu UMSU. Infrastruktur tersebut dipersiapkan sebagai lokasi pelaksanaan Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang akan berlangsung pada 2027 mendatang.
Pemaparan progres pembangunan menjadi bagian dari komitmen UMSU dalam memastikan kesiapan fasilitas untuk mendukung agenda besar Persyarikatan Muhammadiyah.
Pembangunan berbagai fasilitas utama terus dilakukan untuk menunjang kebutuhan penyelenggaraan Muktamar. Kesiapan tersebut sekaligus menunjukkan upaya UMSU dalam menghadirkan infrastruktur pendidikan dan kegiatan berskala nasional.
Perkuat Peran Muhammadiyah di Tingkat Global
Pengukuhan Tuanku Syed Faizuddin Putra sebagai Canselor UMAM turut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi Muhammadiyah di tingkat internasional. UMSU berharap kepemimpinan tersebut dapat membawa UMAM semakin berkembang dan memiliki daya saing global.
Di sisi lain, pembangunan Kampus Terpadu UMSU menjadi bagian dari transformasi universitas dalam mendukung agenda Persyarikatan Muhammadiyah. UMSU terus berupaya mengambil peran dalam pengembangan pendidikan, penguatan kelembagaan, serta perluasan jejaring internasional.
“Semoga amanah dan kepercayaan ini senantiasa membawa kemajuan bagi UMAM dan Persyarikatan Muhammadiyah,” tutup Prof. Akrim.





