Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi mengukuhkan Raja Muda Perlis, Tuanku Syed Faizuddin Putra ibni Syed Sirajuddin Jamalullail, sebagai Canselor Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) untuk masa jabatan 2026–2031.
Pengukuhan tersebut berlangsung pada Senin, 14 September 2026, di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Prosesi dipimpin langsung oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.
Momentum Penguatan Hubungan Dua Negara
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pemasyhuran Canselor UMAM tidak hanya menjadi agenda seremonial. Menurutnya, momentum tersebut merupakan kelanjutan dari hubungan yang dibangun melalui kepercayaan, komitmen, serta proses panjang antara berbagai pihak.
“Pemasyhuran hari ini merupakan kesinambungan hubungan yang dibangun atas dasar kepercayaan. Semua ini lahir dari ikhtiar, kesabaran, dan kerja panjang,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia berharap UMAM dapat mengambil peran strategis dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Malaysia, khususnya melalui bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan.
UMAM Diharapkan Jadi Jembatan Ilmu
Abdul Mu’ti menilai UMAM memiliki peluang besar untuk menjadi penghubung ilmu pengetahuan sekaligus mempererat hubungan historis dan persahabatan masyarakat Indonesia dan Malaysia.
Selain itu, ia menekankan bahwa kehadiran UMAM merupakan bagian dari misi Muhammadiyah dalam membangun peradaban. Karena itu, pengembangan universitas tidak semata-mata berfokus pada aspek kelembagaan dan pembangunan fisik.
“Universitas dibangun oleh manusia-manusia yang percaya kepada cita-cita. Apa yang dilakukan UMAM bukan hanya pekerjaan pengurusan, tetapi kerja peradaban,” tegasnya.
Perkuat Nilai Kemanusiaan di Era Teknologi
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Abdul Mu’ti juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam pengembangan pendidikan tinggi.
UMAM diharapkan mampu menghadirkan kemajuan akademik yang tidak hanya menghasilkan pencapaian secara fisik dan kelembagaan, tetapi juga memberikan manfaat bagi manusia dan masyarakat.
Pengukuhan tersebut turut dihadiri pimpinan PP Muhammadiyah, sivitas akademika UMSU dan UMAM, serta perwakilan konsulat kedua negara. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat kerja sama pendidikan dan hubungan Indonesia-Malaysia melalui peran Muhammadiyah.





