Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), dr. Tegar Adriansyah Putra Siregar, M.Biomed., Ph.D., mendapat kepercayaan sebagai reviewer pada jurnal internasional bereputasi.
Sejak Oktober 2025, dr. Tegar dipercaya oleh dewan redaksi Taylor & Francis Publisher untuk menjadi penelaah sejawat jurnal Emerging Microbes & Infections. Jurnal tersebut tercatat dalam kuartil pertama (Q1) Scopus dan memiliki peringkat tinggi pada bidang mikrobiologi serta penyakit infeksi.
Kepercayaan tersebut tidak diperoleh secara instan. Selama sekitar lima tahun, dr. Tegar konsisten membangun rekam jejak akademik melalui penelitian dan publikasi yang berfokus pada bidang yang ditekuninya.
“Saya menjaga publikasi agar setidaknya dalam satu tahun itu ada satu artikel ilmiah yang publish di jurnal terindeks Scopus Q1,” ujar dr. Tegar.
Lahir di Medan pada 1986, dr. Tegar menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Ia kemudian melanjutkan pendidikan S2 Ilmu Biomedik dengan fokus mikrobiologi di Universitas Indonesia dan meraih gelar doktor dari Department of Microbiology, Mahidol University, Thailand.
Sejak 2016, ia bergabung sebagai dosen FKIK UMSU dan mengajar mata kuliah mikrobiologi serta imunologi. Fokus penelitiannya meliputi tuberkulosis, bakteri Mycobacterium tuberculosis, autofagi, respons imun tubuh terhadap infeksi, serta host-pathogen interaction.
Menurut dr. Tegar, konsistensi dalam satu bidang penelitian menjadi salah satu faktor yang membuat kepakaran seorang akademisi dapat dikenali oleh komunitas ilmiah dan dewan redaksi jurnal internasional.
Rekam jejak tersebut juga diperkuat dengan pencapaian pada 2022. Artikel yang ditulis dr. Tegar bersama 11 peneliti lainnya dan menempatkannya sebagai penulis pertama terpilih sebagai artikel terbaik pada jurnal Pathogens and Disease. Artikel tersebut berjudul “The autophagy-resistant Mycobacterium tuberculosis Beijing strain upregulates KatG to evade starvation-induced autophagic restriction”.
Menurutnya, menjadi reviewer juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam mengatur waktu. Selain menjalankan tridharma perguruan tinggi sebagai dosen, ia harus melakukan penelaahan manuskrip secara objektif.
Dalam menjalankan penelitian, dr. Tegar juga menyebut dukungan institusi sebagai bagian penting dalam menjaga produktivitas akademik. Fasilitas laboratorium, hibah internal, serta insentif penelitian di kampus turut memberikan ruang bagi dosen untuk menghasilkan karya ilmiah.
Bagi dr. Tegar, pencapaian sebagai reviewer jurnal internasional merupakan bagian dari perjalanan akademik yang dibangun melalui konsistensi. Ia menilai rekam jejak penelitian dan publikasi yang terjaga dapat membuka peluang bagi akademisi untuk berkontribusi lebih luas dalam perkembangan ilmu pengetahuan.





