MEDAN – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Muhammad Nafis, berhasil mengharumkan nama kampus setelah meraih prestasi pada ajang internasional Virtual International Competition of Creative and Innovation Idea (VCCI) 2026.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh The Innovators Generation, MNNF Network Malaysia, dan Goi Peace Foundation Japan tersebut berlangsung pada 8 hingga 20 Mei 2026 dan diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi. Dalam ajang tersebut, Muhammad Nafis bersama tim berhasil meraih sejumlah penghargaan melalui karya inovasi yang dipresentasikan.
Raih Empat Penghargaan di Kompetisi Internasional
Nafis bersama tim berhasil meraih Gold Award melalui SHIELD Team, Silver Award melalui LockProxy, Bronze Award melalui CAPSIYA Project, serta Honourable Mention melalui Smart 3 Phase Monitoring System.
UMSU Apresiasi Prestasi Mahasiswa
Wakil Rektor III UMSU, Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si, menyampaikan apresiasinya atas prestasi yang diraih mahasiswa FISIP tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan bahwa ruang kreativitas mahasiswa UMSU terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat internasional.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa ruang kreativitas mahasiswa UMSU terus berkembang. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu menerjemahkan pengetahuan menjadi gagasan yang memiliki nilai dan daya saing global,” ujar Rudianto.
Ia menambahkan, prestasi internasional seperti ini menjadi bagian dari upaya UMSU dalam membangun budaya akademik yang mendorong mahasiswa untuk aktif berinovasi.
“Kami berharap prestasi Muhammad Nafis dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya agar berani mengikuti berbagai kompetisi, membawa ide terbaik, serta menjadikan pengalaman tersebut sebagai proses pembentukan karakter dan kompetensi,” tambahnya.
Prestasi Jadi Motivasi untuk Terus Berinovasi
Sementara itu, Muhammad Nafis mengaku pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang dalam mengembangkan ide dan mempersiapkan karya yang diperlombakan.
“Mengikuti kompetisi internasional memberikan pengalaman yang sangat berharga. Kami belajar bagaimana sebuah ide harus dikembangkan, diuji, dan dikemas agar mampu memberikan solusi yang relevan,” kata Nafis.
Ia mengatakan penghargaan yang diraih bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus menghasilkan karya yang lebih baik.
“Prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus belajar dan berkontribusi melalui inovasi. Semoga karya yang kami buat dapat terus dikembangkan dan memberi manfaat lebih luas,” ungkapnya.
Sumber: https://www.instagram.com/p/DaVOj3yysxa/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==





