Rektor Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Prof. Dr. Akrim, M.Pd., menyerahkan bantuan renovasi untuk SD Muhammadiyah 28 Medan yang mengalami kerusakan akibat diterjang angin puting beliung. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala SD Muhammadiyah 28 Medan, Lilis Mulyani, pada Jumat (21/8/2026).
Penyerahan bantuan turut disaksikan Wakil Rektor Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Pendidikan, Pengajaran dan Digitalisasi Dr. Marah Doly Nasution, S.Pd., M.Si., Wakil Ketua PDM Kota Medan Drs. Misman, M.Pd., Ketua PCM Pulo Brayan Arif Hidayat, S.Pd., Ketua Majelis Dikdasmen PCM Muhammadiyah Pulo Brayan dan sekitarnya, serta para guru SD Muhammadiyah 28 Medan.
Bantuan renovasi tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian UMSU terhadap kondisi sekolah yang terdampak angin kencang. Kerusakan pada sejumlah bagian gedung membutuhkan perbaikan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara aman dan nyaman.
Prof. Dr. Akrim, M.Pd. menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan dengan baik.
“Ketika terjadi musibah dan ada fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan, kita harus hadir. Mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu proses renovasi sehingga kegiatan belajar mengajar di SD Muhammadiyah 28 Medan dapat kembali berlangsung dengan nyaman,” ujar Prof. Akrim.
Menurutnya, perhatian terhadap fasilitas pendidikan merupakan bagian dari komitmen UMSU untuk memberikan manfaat dan dampak nyata. Dukungan tersebut juga menjadi upaya bersama dalam menjaga kualitas lingkungan belajar bagi para siswa.
Kepala SD Muhammadiyah 28 Medan, Lilis Mulyani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UMSU, khususnya Rektor UMSU, atas bantuan yang diberikan. Ia berharap dukungan tersebut dapat mempercepat proses perbaikan gedung sehingga siswa dan guru dapat kembali menjalankan aktivitas pendidikan dengan nyaman.
Bagi keluarga besar SD Muhammadiyah 28 Medan, bantuan ini bukan hanya terkait perbaikan bangunan, tetapi juga menjadi penyemangat bahwa sekolah tidak berjalan sendiri dalam menghadapi kondisi sulit.





