Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sumatera Utara memperkuat peluang kerja sama dalam bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kader, serta pembangunan keluarga.
Penguatan kolaborasi tersebut dibahas dalam kunjungan silaturahmi Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Sumatera Utara ke UMSU, Rabu (23/9). Pertemuan berlangsung di ruang rapat Kampus UMSU, Jalan Muchtar Basri No. 3, Medan.
Rombongan Kemendukbangga/BKKBN Sumut disambut Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd. yang diwakili Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pengabdian, dan Internasionalisasi (RIPI), Assoc. Prof. Dr. Rudianto, M.Si.
UMSU Dorong Penguatan Kolaborasi
Rudianto mengatakan, kerja sama antara UMSU dan BKKBN Sumut selama ini telah menghasilkan berbagai kegiatan, termasuk dalam pengembangan kader.
Menurutnya, masih terdapat banyak peluang yang dapat dikembangkan bersama. Salah satunya dengan menghubungkan program kerja sama dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) serta isu gender.
“Cukup banyak aktivitas yang kita lakukan bersama BKKBN, dalam menghasilkan kader dan berkolaborasi,” ujar Rudianto.
Ke depan, UMSU juga membuka peluang kerja sama dalam bidang penelitian dan penulisan buku yang berkaitan dengan keluarga. UMSU menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi pengembangan program tersebut.
“Mungkin proyek penulisan buku tentang keluarga dan sebagainya. Kami siap memfasilitasi. Kami berharap kolaborasi akan terus berlanjut,” lanjutnya.
BKKBN Sumut Buka Akses Data Keluarga
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sumut Dr. Mahyuzar, M.Si. menyampaikan apresiasi atas sambutan UMSU. Ia menilai terdapat banyak ruang kerja sama yang dapat dikembangkan kedua lembaga, terutama dalam pengabdian kepada masyarakat dan pemanfaatan data untuk penelitian.
BKKBN Sumut memiliki data keluarga yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan riset perguruan tinggi, termasuk data keluarga yang berisiko mengalami stunting.
“Jika UMSU butuh data keluarga, kita ada, termasuk data keluarga berisiko stunting,” kata Mahyuzar.
Ia juga berharap perjanjian kerja sama antara UMSU dan BKKBN dapat diperbarui sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan program dan tantangan pembangunan keluarga saat ini.
Sejumlah Program Berpotensi Dikembangkan Bersama
Dalam pertemuan tersebut, Mahyuzar turut memaparkan sejumlah program yang berpotensi melibatkan UMSU. Program tersebut antara lain pemberdayaan dan sekolah lansia, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Dapur Sehat Atasi Stunting, serta Forum Perguruan Tinggi Kependudukan.
Berbagai program tersebut dapat menjadi ruang kolaborasi bagi UMSU dan BKKBN Sumut melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pendampingan.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan keluarga dan masyarakat di Sumatera Utara.
“Kami siap melakukan kolaborasi untuk mewujudkan Sumatera Utara sebaik-baiknya,” ujar Mahyuzar.
Pertemuan turut dihadiri Wakil Dekan III FISIP sekaligus Ketua PSGA UMSU Assoc. Prof. Dr. Hj. Yurisna Tanjung, M.AP., sejumlah kepala biro UMSU, serta jajaran Kemendukbangga/BKKBN Sumut, di antaranya Ketua Tim Pembangunan Keluarga Agustina Siregar, S.Sos., M.Si., Ketua Tim Kerja Penggerakan Masyarakat dan Pengelolaan Lini Lapangan (Permas Linlap) Dra. Rabiatun Adawiyah, MPHR, Anggota Tim Kerja Pengelolaan Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Hukum (SDM-OH) M. Ancha Sitorus, S.Pd., M.SP., serta Anggota Tim Kerja Umum Humas dan Protokol (Sespri Kaper) Siti Ahlan Sarmadani Harahap, SKM.





