Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) memperkuat upaya pengembangan talenta digital mahasiswa melalui audiensi strategis dengan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, Hj. Meutya Viada Hafid, B.Eng., M.IP., di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd., dalam pertemuan tersebut membahas peluang peningkatan kerja sama antara UMSU dan Kementerian Komdigi, khususnya terkait pengembangan ekosistem digital di lingkungan kampus serta peningkatan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Perkembangan teknologi yang berlangsung cepat membuat perguruan tinggi perlu menyiapkan mahasiswa dengan kemampuan yang lebih dari sekadar pengetahuan akademik. Keterampilan digital, kreativitas, kemampuan beradaptasi, komunikasi, dan pemecahan masalah menjadi bagian penting untuk membentuk sumber daya manusia yang mampu bersaing.
Audiensi tersebut juga menjadi kesempatan bagi UMSU untuk mengevaluasi sekaligus mengembangkan program Garuda Spark yang selama ini telah berjalan di lingkungan kampus.
Dalam pelaksanaannya, Garuda Spark telah mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan teknologi, pelatihan, dan peningkatan kapasitas digital bagi mahasiswa maupun civitas akademika UMSU.
UMSU berupaya menjadikan program tersebut bukan hanya sebagai rangkaian kegiatan teknologi, tetapi sebagai bagian dari lingkungan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memahami, menggunakan, dan mengembangkan teknologi.
Upaya tersebut dinilai penting karena perguruan tinggi memiliki peran dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Terlebih, perubahan teknologi terus memengaruhi berbagai bidang pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.
Karena itu, pembahasan dengan Kementerian Komdigi turut diarahkan pada perluasan cakupan Garuda Spark sehingga manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa UMSU.
Selain Garuda Spark, UMSU dan Kementerian Komdigi membahas peluang penguatan pengembangan talenta digital melalui Digital Talent Scholarship (DTS). Program literasi digital serta peningkatan kemampuan teknologi pada tingkat lanjut juga menjadi bagian dari pembahasan.
Penguatan berbagai program tersebut diharapkan dapat memberikan akses yang lebih besar kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman sekaligus keterampilan yang sesuai dengan perkembangan teknologi.
Bagi mahasiswa, kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi salah satu bekal penting untuk memasuki dunia profesional. Kompetensi digital yang dipadukan dengan kemampuan akademik, kreativitas, komunikasi, dan pemecahan masalah dapat membantu mahasiswa menghadapi persaingan kerja yang semakin terbuka.
UMSU juga memandang kerja sama dengan Kementerian Komdigi sebagai kesempatan untuk memperluas akses mahasiswa terhadap program pengembangan talenta digital. Pada saat yang sama, kolaborasi tersebut memperkuat keterlibatan UMSU dalam ekosistem transformasi digital nasional.
UMSU Dorong Mahasiswa Jadi Penggerak Inovasi
Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim, M.Pd., menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Kementerian Komdigi dalam berbagai program digitalisasi yang dilaksanakan di UMSU.
Akrim menilai dukungan tersebut penting untuk membantu perguruan tinggi menyiapkan generasi muda yang mampu menghadapi perubahan teknologi.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan konsisten dari Kementerian Komunikasi dan Digital, khususnya melalui program seperti Garuda Spark yang telah banyak membantu menyukseskan berbagai kegiatan di UMSU. Kolaborasi ini krusial bagi kami dalam menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di era transformasi digital,” ujar Prof. Akrim.
Menurut Akrim, kemajuan digital di lingkungan perguruan tinggi harus disertai dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Teknologi tidak cukup ditempatkan sebagai alat untuk mendukung kegiatan perkuliahan, tetapi perlu dimanfaatkan sebagai sarana untuk menghasilkan inovasi dan menciptakan peluang baru.
Pandangan tersebut sejalan dengan pengembangan UMSU yang terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta berbagai layanan akademik dan nonakademik.
Menteri Komdigi Hj. Meutya Viada Hafid, B.Eng., M.IP., juga memberikan respons positif terhadap langkah UMSU dalam memperkuat transformasi digital di lingkungan perguruan tinggi.
Meutya menyampaikan bahwa Kementerian Komdigi membuka kesempatan kerja sama yang lebih luas dengan UMSU untuk mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia digital melalui sejumlah program yang tersedia.
“Kami di Kementerian Komdigi sangat mengapresiasi antusiasme UMSU dalam mengadopsi transformasi digital. Program seperti Garuda Spark dan penguatan program talenta digital lainnya seperti beasiswa keahlian (DTS) akan terus kita dorong agar mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi penggerak inovasi,” tegas Meutya.
Ia menambahkan bahwa Kementerian Komdigi siap meningkatkan sinergi dengan UMSU agar program digital yang dikembangkan bersama dapat memberikan manfaat bagi civitas akademika.
“Kami siap bersinergi lebih erat untuk memastikan program-program linier ini berdampak nyata bagi seluruh civitas akademika UMSU,” lanjutnya.
Pertemuan tersebut memperlihatkan komitmen kedua pihak untuk menempatkan perguruan tinggi sebagai bagian aktif dalam perkembangan ekosistem digital. Kampus tidak hanya dituntut mengikuti perubahan teknologi, tetapi juga diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia yang dapat berperan dalam membentuk perkembangan tersebut.
Garuda Spark dan Digital Talent Scholarship (DTS), bersama berbagai program peningkatan keterampilan digital lainnya, dapat menjadi sarana untuk mempertemukan kebutuhan pendidikan dengan perkembangan dunia teknologi.
Bagi UMSU, kerja sama dengan Kementerian Komdigi memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar pelaksanaan program bersama. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan mahasiswa agar mampu mengambil peran di berbagai bidang strategis yang semakin dipengaruhi perkembangan digital.
Melalui penguatan program di kampus, mahasiswa diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kemampuan teknologi. Penguasaan tersebut pada akhirnya diarahkan agar mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan, menciptakan inovasi, dan menjadi penggerak dalam perkembangan ekosistem digital.





